| |
 |
Anak Jalanan dalam Lingkar Kemiskinan
Jumlah anak-anak yang turun ke jalan untuk turut mencari nafkah bagi keluarga patut menjadi perhatian bersama. Mereka (dua anak dalam foto di samping) sebagian dari 232.894 anak jalanan yang sempat ditemui di jembatan penyeberangan di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. (Dok. YJP/Azizah)
Lanjut
|
|
| |
|
|
|
|
 |
| |
Tuesday, 09 February 2010
Laporkan di 081386555222, Jika Ada Keluhan Layanan Jamkesmas
Jurnalis: Nur Azizah
Perempuan asal Kabupaten Tangerang ini bernama Aswanah. Ia menderita penyakit mata dan harus dioperasi. Sebagai peserta Jamkesmas, Aswanah berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang. Demi kesembuhannya, Aswanah harus membayar sebesar 20 juta. Sementara ia hanya mampu membayar separuh dari total biaya, yaitu Rp 10 juta. Walhasil RSUD Tangerang menunda operasi mata Aswanah hingga ia bisa menyediakan 10 juta lagi untuk menutup biaya. “Rp 10 juta dari mana? Suami saya hanya tukang becak di Sentiong,” ujar Aswanah. lanjut >>
Kategori:
Hukum dan Kebijakan •
Kesehatan •
|
-----------------------------------------------------------
|
Monday, 08 February 2010
100 Orang Tahanan Positif HIV
Jurnalis: Nur Azizah
Selama tahun 2009 Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas II A Tangerang mencatat, terdapat 100 orang tahanan mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). lanjut >>
Kategori:
HIV/ AIDS •
|
-----------------------------------------------------------
|
Friday, 05 February 2010
Bidan, Potensial Turunkan AKI
Jurnalis: Nur Azizah
Perjuangan bidan di desa patut mendapat acungan jempol. Ini bukan sekedar ungkapan semata, melainkan upaya nyata para bidan demi meraih kepercayaan masyarakat setempat sebagai salah satu tindakan menurunkan angka kematian ibu (AKI). lanjut >>
Kategori:
Pemberdayaan •
|
-----------------------------------------------------------
|
Wednesday, 03 February 2010
Perempuan dan Kemiskinan dalam Film Dokumenter
Jurnalis: Carolina Monteiro
In-Docs, lembaga yang fokus menjadikan film dokumenter sebagai sarana mengasah kepekaan masyarakat dan pemerintah atas berbagai aspek kehidupan khususnya sosial dan budaya menggelar pemutaran film dan diskusi “Perempuan dan Kemiskinan,” Selasa (02/02) malam di Goethe Institute Jakarta. lanjut >>
Kategori:
Kegiatan •
Media •
|
-----------------------------------------------------------
|
Tuesday, 02 February 2010
Empowering Women dalam “24 Sauh”
Jurnalis: Carolina Monteiro
Era teknologi dan informasi di berbagai media semakin melejit. Salah satunya blog pribadi berhasil menambah jumlah perempuan penulis. Adalah buku “24 Sauh,” sebuah antologi (kumpulan karya sastra) cerita pendek dan puisi oleh 24 penulis perempuan yang tergabung dalam kelompok Tinta Wanita. Hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar membuka acara dalam launching dan Media Gathering, Senin (01/02) di Plaza FX Sudirman Jakarta. lanjut >>
Kategori:
Media •
Pemberdayaan •
|
-----------------------------------------------------------
|
| |
| |
| Ikuti diskusi-diskusi kami di mailing list Jurnal Perempuan. Kirimkan email kosong dengan ke subscribe-jurnalperempuan@yahoogroups.com. |
|
| |
 |
| |
| Kumpulan foto-foto berita dan liputan umum, esai foto dan kegiatan serta agenda Jurnal Perempuan |
| |
|
| |
| Selengkapnya >> |
| |
|
|
|
 |
Monday, 08 February 2010
Penerapan Syariat Islam di Aceh, Masalah atau Solusi ?
|
| |
 |
|
Oleh :
Nur Azizah |
|
|
Pertengahan bulan September 2009 tepatnya Senin tanggal 14, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengesahkan Qanun Jinayat. Qanun ini sempat menuai kontroversi, terutama karena mengatur soal judi, zina, minuman beralkohol, homoseksual, berdua-dua (khalwat), dan pedofilia dan mengancam para pelanggar qanun dengan hukuman cambuk berkisar 10 hingga 400 kali cambukan. Sementara bagi pelaku zina yang telah menikah ternacam dihukum rajam, dilempari dengan batu hingga meninggal. lanjut >> |
| |
 |
Monday, 11 January 2010
Gus Dur, Seorang Feminis?
|
| |
 |
|
Oleh :
Usep Hasan Sadikin* |
|
|
Kini, jasad Gus Dur telah tiada. Dari kontribusi pikir/sikap-nya yang masih ada, apakah Gus Dur bisa dinilai sebagai feminis? Yang pasti, Gus Dur tak pernah mengaku sebagai feminis. Di akhir hayatnya ia berpesan pada keluarganya, agar batu nisannya dituliskan dengan kalimat: “di sinilah dikubur seorang pluralis”. Ya, Gus Dur lebih “suka” dirinya disebut sebagai pluralis. Tapi, karena seorang pluralislah, Gus Dur bisa menerima dan mendukung perjuangan feminis(me).
lanjut >> |
| |
 |
Thursday, 07 January 2010
Gus Dur, Kubenci dan Kusayang;Sebuah Refleksi
|
| |
|
|
Oleh :
Wawan Suwandi* |
|
|
Ketika atmosfir jihad dan khilafah Islamiyah masih memenuhi seluruh dimensi kehidupanku, Gus Dur adalah sosok yang paling ku benci, termasuk dikalangan teman-teman. Kami melihat ia benar-benar pluralis, memandang semua agama yang ada di Indonesia sama. Hal tersebut membuat kami sakit hati. Karena menurut kami Islam adalah agama tertinggi dengan jumlah penganut terbanyak di negeri ini. lanjut >> |
| |
 |
Tuesday, 09 February 2010
Ririe Bogar: “Big is Beautiful”
|
| |
 |
|
Oleh :
Titiana Adinda |
|
|
Bila anda bertemu dengan sosok perempuan satu ini, anda hanya akan merasa dia memiliki rasa percaya diri yang amat tinggi, meskipun bertubuh sangat gemuk di banding perempuan pada umumnya. Berat badan 114 kg dan tinggi 170 cm. Tetapi jangan salah, perhatian dan pengabdiannya terhadap orang lain patutlah ditiru. Ririe Bogar (36 tahun) adalah pendiri komunitas Xtra-L di Indonesia. lanjut >> |
| |
|
|
| |
Under Construction
sebentar lagi anda dapat membeli produk-produk Jurnal Perempuan secara online, yang terdiri dari:
> Buku
------------------------------
> Jurnal
------------------------------
> Radio
------------------------------
> Video
|
|
| |
 |
|
|
|
| |
RJP Edisi Pebruari 2010
RJP 526
Kisah Tentang Neng
RJP 527
Lagu Buat Ibu
RJP 528
Perempuan Muda dan Pendidikan
RJP 529
Profil Kristi Poerwandari
Dengarkan Online Disini!
|
|
| |
|
|
|
| |
 |
|
|
| |
|
|